MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) kembali mencatat capaian penting dalam dunia pengabdian masyarakat berbasis organisasi kemahasiswaan. Dalam gelaran Abdidaya PPK Ormawa 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kampus tersebut tidak hanya menembus nominasi nasional melalui tiga kelompok program, tetapi juga berhasil membawa pulang tujuh penghargaan dari berbagai kategori.
Agenda Abdidaya PPK Ormawa 2025 digelar sejak 4–6 Desember itu menghadirkan expo, penjurian, serta malam puncak penganugerahan. Acara ini diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek, sebagai ajang temu karya mahasiswa dari seluruh Indonesia dalam implementasi inovasi pengabdian desa.
Baca Juga: Pemprov DIY Kirimkan Satu Truk Obat-obatan ke Sumatra, Meski Belum Ada Permintaan, Nakes dan Relawan Tetap Disiapkan
Pada tahap expo, tiga kelompok dari Untidar dinyatakan lolos nominasi nasional dan tampil membawa karya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, lingkungan, dan ekonomi. Masing-masing tim menampilkan konsep yang tidak sekadar inovatif, tetapi memiliki orientasi keberlanjutan.
Puncak prestasi terjadi pada malam penganugerahan Sabtu (6/12). Untidar berhasil meraih tujuh penghargaan, di antaranya terbaik 1 perguruan tinggi – Penguatan Ekosistem Pemberdayaan. Lalu, terbaik 1 ormawa – Rekam Jejak Pemberdayaan (HIMAPBIO).
Kemudian, terbaik 1 tim – Perencanaan Keberlanjutan (HIMEPA), terbaik 3 Dosen Pendamping Keberlanjutan, terbaik 3 Mitra Paling Partisipatif (Desa Sidorejo, Sudarsono – HIMAPRODI PBSI). Lalu, terbaik 3 Program dengan Hasil Siap Adopsi Nasional (HIMAPRODI PBSI), dan terbaik 4 stand expo paling lengkap (HIMEPA).
Baca Juga: Dukungan Psikososial untuk Anak Pascabencana Sumatera, Diajak Bermain hingga Siapkan Fokus Jelang Ujian
Dengan raihan tersebut, Untidar masuk jajaran perguruan tinggi dengan dampak pemberdayaan terbaik berbasis kinerja program dan keberlanjutan. Rektor Untidar, Prof Sugiyarto menilai, capaian ini bukan hanya kemenangan mahasiswa, tetapi kerja kolektif kampus yang menjadikan pengabdian masyarakat sebagai identitas akademik.
"Prestasi ini adalah bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berbicara teori, tetapi hadir memberikan solusi langsung bagi masyarakat," ujarnya, Senin (8/12).
Baca Juga: PSC 119 Kota Magelang Raih Penghargaan Nasional, Bukti Kesiapsiagaan Nyawa di Kota Kecil
Menurutnya, pengalaman di Abdidaya menjadi modal untuk memperluas kemitraan desa, memperkuat inovasi, dan menyiapkan generasi muda yang lebih siap dengan tantangan sosial berbasis teknologi.
Dengan keberhasilan menembus expo nasional hingga memperoleh tujuh penghargaan, kata dia, Untidar semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kampus yang konsisten mendorong pemberdayaan komunitas berbasis riset, teknologi, dan kearifan lokal. (aya)