Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pasokan Menipis, Harga Cabai Melambung

Administrator • Rabu, 3 Maret 2021 | 16:16 WIB
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan cukup signifikan akibat cuaca yang menyebabkan turunnya hasil panen.
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan cukup signifikan akibat cuaca yang menyebabkan turunnya hasil panen.
Radar Purworejo Harga cabai di sejumlah pasar tradisional naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dipicu cuaca yang menyebabkan turunnya hasil panen. Harga naik hingga dua kali lipat dari harga normal.

Salah satu pedagang di Pasar Pagi Suronegaran, Sulastri mengatakan, kenaikan harga cabai di pasar mencapai dua kali lipat dari harga biasanya. Harga cabai semakin pedas sebab pasokan barang di pasaran menipis.

"Harga cabai naik dua kali lipat. Khususnya cabai merah besar, cabai keriting, dan cabai rawit," katanya, kemarin (2/3)

Dijelaskan, harga cabai merah besar  naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 72 ribu per kilogram. Sementara harga cabai keriting naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram di tingkat pedagang pasar. "Di tingkat pembeli eceran harga cabai bahkan lebih tinggi lagi. Kenaikan terjadi sejak dua pekan terakhir, sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga turun," jelasnya.

Di Pasar Tambakrejo, harga cabai Rawit hari ini berkisar Rp 83 ribu - 85 ribu per kilogram. Harga cabai keriting  Rp 62.500 naik Rp 7.000 dibandingkan hari sebelumnya yakni Rp 55.500 per kilogram. Selanjutnya, harga cabai merah besar  tercatat  Rp 66 ribu per kilogramnya.

Diungkapkan, petani mengalami gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu. Kenaikan yang terjadi saat ini kerap terjadi setiap tahun dengan penyebab yang sama, yakni cuaca yang kurang bersahabat dengan petani.

"Kami kemarin dapat info dari petani, mereka mengeluhkan hasil panennya berkurang akibat cabai mereka banyak yang busuk," ungkapnya.

Ditambahkan, tidak hanya cabai, sayuran seperti tomat juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Harga tomat berkisar antara  Rp 6 ribu - Rp 7 ribu per kilogramnya.

Sementara itu, bahan pokok lain seperti minyak juga terus mengalami kenaikan.  Bahkan harga minyak kemasan sudah di atas Rp 150 ribu per karton. Minyak curah diharga Rp 12.500 per kilogramnya.

Tingginya harga cabai dan bahan pokok lainnya berimbas pada turunnya omzet penjualan pedagang pasar. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas permasalahan ini.

"Harga naik dibarengi pasar saat ini masih lesu karena Covid-19, ini membuat pedagang semakin menurun omsetnya," ucapnya.

Sutini, warga Purworejo mengungkapkan, ia biasa beli cabai di pedagang sayur keliling. "Memasak kalau tidak ada cabai atau buat sambal kurang sip. Jadi ya tetap beli meskipun secukupnya,"ujarnya. (tom/din/er) Editor : Administrator
#harga cabai