Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, Suranto mengatakan, jembatan Sedayu 3 tidak hanya menghubungkan Banyuasin (Purworejo) - Pagerharjo Kecamatan Samigaluh (Kulonprogo) tetapi juga menjadi akses utama menuju Glamour Camping (Glamping) D'Loano yang tengah digarap Badan Otorita Borobudur (BOB).
"Jembatan ini segera kami realisasikan tahun ini. Menggunakan alokasi anggaran bantuan Provinsi Jawa Tengah yang kini tengah dalam proses DED, harapannya Maret ini sudah bisa dimulai," katanya, kemarin (15/3).
Dijelaskan, Jembatan Sedayu 3 sebagai akses utama yang penghubung sejumlah destinasi wisata penyangga Badan Otorita Borobudur (BOB) perlu mendapat perhatian. Jembatan ini akan dibangun selebar 6 meter tambah setengah meter di sisi kanan dan kirinya. "Jadi lebarnya mencapai 7 meter, kalau untuk ruas jalan masih menunggu, belum ada rencana peningkatan," jelasnya.
Seperti diketahui, kondisi jembatan Sedayu 3 yang kerap disebut sebagai jembatan “Pocong” oleh warga setempat kondisinya cukup memprihatinkan. Terdapat lubang di beberapa bagian dn cukup membahayakan pengguna jalan. Beberapa titik juga menyusul kerusakannya.
Lebar jembatan yang hanya tiga meter tidak bisa digunakan untuk berpapasan dua kendaraan roda empat. Harus bergantian. Sebab di tengah ada penanda lubang dari bambu. Padahal, jembatan ini biasa digunakan warga dan menghubungkan wilayah pusat Kecamatan Loano dan Kulonprogo DIJ juga Glamping D'Loano.
"Jalan ini akses utama menuju Glamping D'Loano yang dikelola BOB. Jembatan ini memang sudah tua," ucap Kades Sedayu, Amad Said.
Dijelaskan, karena terdapat lubang yang membahayakan pengguna jalan, warga sengaja memasang bambu di atas jembatan untuk penanda. Menurutnya, Jembatan Sedayu 3 memang menjadi sarana penghubung utama di wilayahnya. Sebab ada beberapa pedukuhan yang berada di seberang sungai."Kalau mau ke Jogjakarta bisa lewat sini. Status jembatan semakin penting karena ini juga akses utama ke Glamping untuk kendaraan roda empat dari arah Purworejo dan sebaliknya," jelasnya.
Kondisi Jembatan Sedayu 3 juga sempat menyita perhatian dewan. Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo, Rokhman menyebutkan, sebetulnya penanganan Jembatan Sedayu 3 direncanakan 2020 lalu. Namun karena anggaran masuk refocusing akibat Covid-19 akhirnya tertunda.
"Makanya kami mendorong bisa direalisasikan tahun 2021 ini. Sebab ini menjadi kunci sekaligus wajah Purworejo untuk mengimbangi pembangunan yang dilakukan DIJ di wilayah perbatasan," tegasnya. (tom/din/er) Editor : Administrator