Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pesona Puncak Widosari, Bisa Lihat Pemandangan Kota Jogja dan Pantai Selatan

Anom Bagaskoro • Minggu, 18 Februari 2024 | 14:00 WIB
indahnya puncak widosari: Puncak Widosari dalam promosi desa wisata.
indahnya puncak widosari: Puncak Widosari dalam promosi desa wisata.

RADAR PURWOREJO-Kapanewon Samigaluh memiliki berjuta-juta pesona. Salah satunya pesona yang terlihat di Padukuhan Tritis, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, yaitu Puncak Widosari. Salah satu puncak tertinggi di wilayah Nglinggo-Tritis ini layak dikunjungi.

Saat pagi hari anda dapat melihat langsung matahari terbit di ufuk timur. Semburat emas kecoklatan dapat anda lihat sejak pukul 05.00. Pandangan anda tidak akan terhalangi oleh pepohonan, karena di Puncak Widosari merupakan puncak tertinggi. Sedangkan saat sore anda dapat melihat matahari terbenam di sebelah barat. Sama seperti terbit, pandangan anda juga tak terhalang objek apapum. Sehingga anda dapat menikmati semburat cokelat di sepanjang cakrawala.

"Banyak pengunjung yang rela datang pukul 04.00 pagi untuk melihat sunrise," ucap Pengelola wisata Puncak Widosari Sukiyono, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya yang kebetulan merupakan pintu masuk Puncak Wodosari, Jumat (16/2).

Pria yang kerap dipanggil Mbah Suki ini mengungkapkan, untuk menikmati pemandangan menawan, pengunjung hanya dikenai tarif retribusi sebesar Rp 6 ribu, sedangkan untuk parkir Rp 2 ribu. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang ada di Puncak Widosari tanpa merogoh kocek lebih dalam."Pengunjung biasanya menghabiskan waktu di atas puncak, mereka mengabadikan momen keindahan Puncak Widosari," ucap Sukiyono.

Menurut Sukiyono banyak pengunjung yang berdatangan secara berombongan. Mereka mengincar pemandangan ketika sunrise dan sunset di Puncak Widosari. Kebanyakan pengunjung bisa berjam-jam di atas puncak, karena pemandangan yang dapat dilihat dri puncak. Pengunjung dapat melihat Kota Jogja di sebelah timur, dan melihat laut selatan di sebelah selatan."Banyak yang berombongan datang kesini, terutama karena Puncak Widosari terletak di Kawasan Wisata Nglinggo-Tritis," ucap Sukiyono.

Selain menyimpan pemandangan indah, Puncak Widosari menyimpan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah. Menurut Mbah Suki Puncak Widosari menjadi tempat pelarian bagi pejuang kemerdekaan yaitu pengikut Pangeran Diponegoro."Menjadi saksi perjuangan melawan penjajah, pengikut Pangeran Diponegoro yang diminta oleh Diponegoro untuk menyelamatkan diri setelah dirinya tertangkap berkumpul di Puncak Widosari," tutur Sukiyono

Menurut Mbah Suki, ketika Pangeran Diponegoro diasingkan keluar Pulau Jawa, pengikutnya setia menunggu di Puncak Widosari. Bahkan sebagian pengikut ada yang meyakini bahwa Pangeran Diponegoro tidak diasingkan, melainkan sedang berangkat umrah. Sehingga banyak pengikutnya menunggu di beberapa tempat lainnya.


Sejalan dengan Mbah Suki, Ketua Desa Wisata Widosari Heri Susanto, mengungkapkan, Puncak Widosari memiliki beberapa versi sejarah. Selain sejarah, Heri mengungkapkan ada sebuah cerita rakyat mengenai Puncak Widosari."Cerita rakyat yang berkembang mengenai, kisah Putri Widosari dan Widowati," ucap Heri.

Heri mengungkapkan, selain pemandangan indah yang ditampilkan oleh Puncak Widosari. Hal unik lainnya dapat ditemukan pengunjung. Apabila pengunjung memperhatikan puncak, pengunjung akan melihat bahwa Puncak Widosari merupakan bongkahan batu besar yang berdiri tegak dan kuat diantara bukit lainnya. "Satu bongkahan batu besar, dan itu pernah diteliti oleh beberapa universitas dari teknik geologi," ucapnya.


Puncak Widosari ditetapkan sebagai Warisan Geologi atau Geoheritage di 2021. Hal ini sangat wajar apabila melihat keunikan Puncak Widosari, yang terdiri dari batuan utuh yang tegak. Menurut beberapa penelitian Puncak Widosari merupakan gugusan batuan purba di Kawasan Pegunungan Menoreh."Puncak Widosari juga membantu memperkenalkan Desa Wisata Widosari, dalam ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, menuturkan, dalam pengembangan Puncak Widosari perlu bantuan masyarakat. Dan nantinya masyarakat akan mendapatkan benefitnya secara tidak langsung."Tahun ini kami memiliki rencana untuk menambahkan beberapa spot foto untuk menarik lebih banyak pengunjung," ucap Joko saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (16/2).

Tak hanya spot tambahan pihaknya juga akan melakukan peremajaan fasilitas umu. Yang ssbelumnya memang dibangun oleh Dinas Pariwisata. Ia juga mengungkapkan, promosi Puncak Widosari akan terus digenjot. (cr7/pra)

Editor : Satria Pradika
#Desa Wisata #wisata