MUNGKID - Tebing setinggi sekitar 15 meter di Dusun Kaliangkrik I, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, longsor pada Jumat (1/3/2024). Bencana tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 14.40.
Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut. Air hujan menyebabkan tanah menjadi longsor.
Material longsoran menutup akses jalan provinsi. Lalu lintas tersendat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Kaliangkrik menyebabkan tebing setinggi 15 meter dan lebar 5 meter longsor.
"Sekitar pukul 14.00, curah hujan cukup tinggi dan mengakibatkan tebing setinggi 15 meter dan lebar 5 meter di Dusun Kaliangkrik I, Desa Kaliangkrik longsor," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2024).
Edi mengatakan, material longsoran itu turun ke jalan dan membawa rumpun bambu.
Akibatnya, akses jalan provinsi lumpuh. Yakni, jalan penghubung antara Magelang dan Wonosobo sempat tidak bisa dilalui kendaraan.
Namun, tim gabungan bertindak cepat untuk melakukan penanganan. Sehingga akses jalan tersebut mulai bisa dilalui kendaraan.
Pengendara juga diminta berhati-hati saat melewati tebing saat hujan melanda.
Sebab, hal itu dapat berpotensi terjadi longsor susulan. Mengingat saat ini cuaca sedang tidak menentu.
Bahkan, selama satu pekan ini, sudah ada 25 kejadian tanah longsor di wilayah Kabupaten Magelang.
"(Satu pekan) ada 29 kejadian bencana di Kabupaten Magelang. 25 di antaranya tanah longsor, dua kejadian cuaca ekstrem, satu kejadian banjir, dan satu kejadian lain. Rata-rata terjadi karena hujan deras," sebutnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad