Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Minggu ke-13 Ada 572 Kasus, Masyarakat Purworejo Diminta Waspadai Penyakit DBD

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 13 April 2024 | 14:40 WIB
Ilustrasi gambar orang terkena DBD.(Website/Jawa Pos)
Ilustrasi gambar orang terkena DBD.(Website/Jawa Pos)

PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta agar masyarakat Purworejo mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Terlebih saat momen Lebaran ini.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat (Yankes Kesmas), Dinkes Purworejo Nursalim menyebutkan, nyamuk yang menyebabkan penyakit tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti memiliki ciri warna hitam dan berbintik putih.

"Biasanya, nyamuk tersebut hidup di kebun dan menggigit pada pagi atau sore hari," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Seperti, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu membersihkan genangan air di sekitar rumah.

"Jika nyamuk membawa virus demam berdarah dan bertelur di genangan air, telurnya juga akan menjadi pembawa virus yang sama," katanya.

Selain itu, untuk mencegah gigitan nyamuk, masyarakat juga diminta untuk memakai pakaian lengan panjang dan memakai lotion nyamuk.

"Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui instansi pemerintah atau sekolah-sekolah agar lebih meningkatkan kesiapsiagaan," terang dia.

Mengingat, kasus DBD di Kabupaten Purworejo hingga minggu ke-13 tahun ini sudah mencapai 572 kasus. Dengan rincian 557 demam dengue (DD) dan 15 kasus di antaranya DBD. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun lalu di waktu yang sama.

Untuk itu, Nursalim meminta kepada masyarakat yang memiliki gejala seperti panas tinggi selama tiga hari dan tak kunjung turun untuk segera ke fasilitas kesehatan. Untuk selanjutnya dapat diberikan penanganan.

Sementara, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Bambang Susilo mengatakan, penanganan DBD, Pemkab Purworejo telah melakukan berbagai upaya pengendalian.

Antara lain, mengajak masyarakat mengaktifkan kelompok kerja operasional DBD hingga tingkat RW ataupun RT. Yakni, sebagai langkah komunikasi lintas sektor di masyarakat terkait DBD.

Selanjutnya, melakukan PSN dengan 3M plus yaitu menutup, menguras, mengubur, dan mendaur ulang barang yang berpotensi sebagai sarang nyamuk secara berkala.

"Kami harap kalangan masyarakat, baik instansi maupun satuan pendidikan. Yaitu, melakukan gotong royong 3M plus paling tidak seminggu sekali," pesannya.

Selain itu, melakukan gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik). Yaitu, satu rumah ada satu orang yang bertanggung jawab dan memastikan tidak ada satupun genangan yang bisa untuk berkembang biak nyamuk.

"Kami mengingatkan, saat Lebaran tradisi di Kabupaten Purworejo akan mendapatkan tamu dari luar daerah. Tentu kami mengingatkan agar masyarakat barang kali ada yang membawa penyakit," tandasnya. (han)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#dbd #Purworejo