RADAR PURWOREJO - Nasib sial menimpa Murtopo, warga Dusun Kalibening, Kalibening, Dukun, Kabupaten Magelang. Kandang kambingnya dijebol maling pada Senin malam (24/6). Delapan ekor kambing pun raib. Tiga di antaranya sedang hamil besar.
Akibatnya, Murtopo mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 20 jutaan. istri Murtopo, Vina Tri Noviyati, menyebut, pencurian itu terjadi Senin malam. Saat hendak memberi makan kambing pada keesokan harinya pukul 05.15, sang suami tidak menaruh curiga. Apalagi kondisi kandang masih digembok.
Namun, saat dibuka, betapa terkejutnya Murtopo ketika tidak mendapati seekorpun kambing di kandangnya. "Pintunya masih digembok. Malingnya lewat tembok samping, dibobol," jelas Novi.
Padahal, kata dia, di kandang tersebut ada delapan ekor kambing. Lima di antaranya betina dan tiga ekor lainnya pejantan. "Tiga ekor betina itu dalam keadaan hamil besar. Mau lahiran. Tapi, sudah keburu disukai orang lain," sambungnya.
Novi mengatakan, kambing-kambing itu sebetulnya hendak dikembangbiakkan dan sebagai bentuk investasi. Namun, dia tidak mengira kambingnya dicuri orang.
Modusnya, maling tersebut tidak melewati pintu depan atau merusak kunci gembok. Melainkan menjebol beberapa batako di dinding sisi kiri. Lantas, mengeluarkan seluruh kambing yang berada di dalamnya dan melarikan diri lewat persawahan.
Lokasi kandang tersebut memang berada di tepi jalan. Namun, kondisinya yang cenderung sepi dan berada di area persawahan, praktis potensi untuk kehilangan hewan ternak lebih besar. Ditambah tidak ada orang yang menjaganya. Hanya warga setempat yang meronda.
Kepala Dusun Kalibening Sutoyo menyebut, rerata warga memang menempatkan kandang hewan ternaknya jauh dari rumah atau di area persawahan. Karena kawasan rumah di Dusun Kalibening sudah padat atau tidak ada jarak.
Hal itu justru memberi peluang bagi pencuri untuk melancarkan aksinya. Apalagi kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali saja, tapi berkali-kali. Warga kerap kecolongan dan mengakibatkan kerugian. Termasuk dirinya. Bukan hanya kambing, tapi juga sapi atau kerbau.
Sutoyo mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dan menjaga hewan ternak miliknya. Ditambah sudah ada warga yang meronda dan patroli polisi. "Kandangnya diperkuat. Tidak hanya batako, tapi (pakai) batu. Kemungkinan lebih kuat dan tidak dijebol," paparnya. (aya/pra)
Editor : Satria Pradika