Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sensasi Petik Melon di Demaji Melon Garden Kaligesing, per Kilogram Dihargai Rp 25 Ribu

Jihan Aron Vahera • Senin, 6 Januari 2025 - 19:35 WIB
Pengunjung tengah mencoba memetik buah melon di Demaji Melon Garden Kaligesing, Sabtu (4/12).
Pengunjung tengah mencoba memetik buah melon di Demaji Melon Garden Kaligesing, Sabtu (4/12).

 

PURWOREJO - Wilayah Purworejo bagian timur kini ada wisata petik melon yang wajib dikunjungi. Yakni, Demaji Melon Garden yang berada di Desa Brenggong, Kecamatan/Kabupaten Purworejo.

Wisata petik melon tersebut  resmi dibuka pada Sabtu (4/12) sekaligus menjadi momen panen pertama kebun melon tersebut. Lahan seluas 6.000 meter persegi itu ditanami melon premium jenis kirani dan golden apolo.

Pengujung yang datang dibebaskan biaya tiket masuk. Bahkan, pengunjung juga dipersilakan untuk memetik melon sendiri. Namun, wisatawan harus membayar melon yang dipetik dengan harga Rp 25 ribu per kilogram (kg). Berat satu buah melon di kebun tersebut rata-rata berkisar 1,2 kg hingga 1,4 kg.

Pemilik Demaji Melon Garden Dwi Wahyu Atmaji mengungkapkan, pohon melon tersebut telah ditanam sejak 12 November 2024 lalu. Kebun melon tersebut dia bangun karena ingin menangkap peluang adanya proyek strategis nasional (PSN) yang ada di sekitar Purworejo. Seperti Yogyakarta  Internasional Airport (YIA), Badan Otorita Borobudur, hingga Bendungan Bener.

Menurutnya, potensi wisata di Purworejo sangat perspektif. Dia ingin membuat variasi destinasi wisata lain seperti kebun melon. "Di Purworejo sudah ada beberapa tempat petik melon, tapi di sisi timur ini yang belum ada. jadi saya mengisi kekosongan di sisi bagian timur Purworejo ini," ujar mantan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) itu.

Sebelumnya, Atmaji belum lama ini juga telah membangun wisata di wilayah Kecamatan Kaligesing. Yakni, Demaji Eco Park, sebuah taman budaya yang memadukan unsur tradisional dan modern di Dusun Sawahan, Desa Kaligono, Kaligesing, Purworejo. Disana terdapat kolam renang, masjid, aula untuk pertemuan, tempat untuk outbond, play ground, dan sebagainya.

Berbeda dengan Demaji Ecopark, Demaji Melon Garden aksesnya lebih mudah karena ada di pinggir jalan raya. Di kebun melon tersebut disediakan joglo yang rencananya akan dibuat kafe. Saat ini, joglo tersebut bisa dimanfaatkan para pengunjung untuk kongkow usai memetik melon. "Insyaallah dua bulan lagi (kafe) bisa dimulai,” tambah dia.

Atmaji menceritakan, untuk membuat wisata petik melon itu, dia membutuhkan waktu setengah tahun untuk penataan lahan, membuat green house, penanaman, dan lainnya. Demaji Melon Garden memiliki tiga green house. "Satu green house ada 2.000 pohon, ada yang masih mulai tanam, ada yang akan berbuah dan ada yang sedang panen," jelasnya.

Biasanya, panen melon seperti itu akan habis hanya dalam waktu dua atau tiga hari. Meski begitu, dia memprediksi bulan depan akan ada panen lagi. "Tiga green house ini kami tanami pohon yang beda umur, jadi diprediksi tiap bulan akan ada panen melon," kata dia.

Dia berharap, wisata petik melon tersebut menjadi alternatif pilihan rekreasi bagi masyarakat Kabupaten Purworejo. Selain itu, menambah variasi destinasi wisata yang ada. Dia berharap Demaji Melon Garden bisa semakin berkembang. Selain untuk kebutuhan usaha sendiri juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar. "Karena mengangkat tenaga kerja di sekitar Desa Brenggong," harapnya.

Salah satu pengunjung Demaji Melon Garden Lia Agustina, warga Kelurahan Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purworejo mengaku senang adanya kebun melon di Desa Brenggong. Sebab, lokasinya tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Biasanya, jika ingin berwisata petik melon dia harus ke Kecamatan Kemiri atau Pituruh. Menurutnya, lokasi Demaji Melon Garden sangat strategis. "Lokasinya enak di pinggir jalan, buahnya juga manis-manis. Worth it sih," tandas dia. (han)

 

Editor : Heru Pratomo
#PSN #Demaji Ecopark #YIA #petik melon #Purworejo