RADAR PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pengampu pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencapai swasembada pangan di tingkat provinsi pada tahun 2026.
Komitmen Pemkab Magelang
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Kedu yang digelar di Pendopo Soepardi, Setda Kabupaten Magelang, Bupati Grengseng Pamuji menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang siap menjadi lumbung pangan modern.
Dengan luas wilayah 1.129,983 km² dan 75,19 persen lahannya berupa area pertanian, Kabupaten Magelang memiliki potensi besar di sektor ini.
Produksi padi organik menjadi salah satu komoditas unggulan dengan lahan seluas 2.119 hektare tersebar di lima kecamatan.
Pada tahun 2024, produksi padi mencapai 160.695 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 31.382 hektare.
5 Usulan Prioritas Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Magelang mengusulkan lima prioritas pembuangan yaitu rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah lumbung pangan seperti Grabag, Sawangan, Dukun, Secang, dan Candimulyo.
Pembangunan jembatan kali Elo di jalur strategis pertanian antara Mertoyudan dan Mungkid.
Selain itu, Bupati Grengseng juga menyoroti masalah pendidikan di Magelang, terutama rendahnya rata-rata lama sekolah (7,83 tahun) yang masih di bawah rata-rata provinsi dan nasional.
Baca Juga: Modusnya Pengajuan Debitur Fiktif, Polres Purworejo Ungkap Kasus Korupsi BPR Bank Purworejo
Ia mengusulkan pembangunan SMA/SMK Negeri di Kecamatan Srumbung, Kaliangkrik, dan Sawangan guna meningkatkan akses pendidikan menengah.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa Musrenbangwil keempat ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan swasembada pangan Jawa Tengah pada 2026.
"Musrenbangwil tahun ini fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang. Tahun depan kita targetkan sudah swasembada pangan, mendukung program pusat," ujarnya.
Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa dari target pemerintah pusat sebesar 11 juta ton, Jawa Tengah telah memproduksi 4,9 juta ton dari 731.000 hektare lahan pertanian pada 2025.
Dengan dukungan penuh dari Kabupaten Magelang dan daerah lainnya, Jawa Tengah optimis dapat mencapai target swasembada pangan pada 2026, menjadikan provinsi ini sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva