Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jadi Korban Keracunan, Pelajar dan Ortu di Purworejo Trauma Konsumsi MBG

Muhammad Hafied • Senin, 6 Oktober 2025 | 03:48 WIB

jadi Korban Keracunan, Pelajar dan Ortu di Purworejo Trauma Konsumsi MBG
jadi Korban Keracunan, Pelajar dan Ortu di Purworejo Trauma Konsumsi MBG

PURWOREJO - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) meninggalkan trauma tersendiri bagi pelajar di Purworejo. Mereka mengaku kapok untuk menyantap menu makanan program tersebut. Tak hanya itu, peristiwa keracunan massal pada Jumat (3/10) lalu juga membuat kepercayaan orang tua terkikis atas bergulirnya program MBG.

Seperti diungkapkan pelajar SMPN 8 Purworejo, Ahmad Nasir Alfahri. Pelajar kelas VIII itu mengaku tak bersedia lagi mengonsumsi sajian MBG. Menurut dia, insiden keracunan yang dirinya rasakan menjadi pembelajaran berharga. "Takut, kalau makan MBG nanti kena (keracunan) lagi," bebernya kepada Radar Jogja, Minggu (5/10).

Baca Juga: Groundbreaking Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, WSBP Jadi Kontraktor Pelaksana

Fahri menyatakan, rasa khawatir sampai sekarang belum terobati ketika dirinya menjadi salah satu di antara sekian banyak korban keracunan MBG. Demi keamanan, dia sekarang lebih memilih membawa bekal makanan dari rumah. "Mungkin besok bawa daru rumah saja. Lebih aman," terangnya.

Hingga Minggu siang, Fahri terlihat masih terbaring lemas di Puskesmas Bregolan, Kecamatan Purwodadi. Dia terpaksa dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG.

Meski kondisinya mulai membaik, dia masih menunggu hasil observasi dokter sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. "Jumat pagi, saya makan ayam katsu sama susu. Habis salat jumat baru terasa mual. Sekarang sudah habis tiga infus," ungkapnya.

Baca Juga: Tiktok Didenda Rp15 Miliar Karena Telat Laporkan Akuisisi Tokopedia

Salah satu orang tua korban keracunan MBG, Gatot Sukamto, 50, meminta seluruh pihak terkait segera berbenah diri sebelum memberikan makanan dari program MBG. Dia tak ingin timbul keraguan terhadap anaknya karena mengonsumsi MBG.

Adapun sementara waktu ini anaknya akan dibawakan bekal dari rumah sebagai antisipasi kasus keracunan. "Pasti anak trauma. Kasihan, dari rumah sudah berharap MBG ternyata makanan basi atau tidak sesuai harapan," ungkapnya.

Warga Desa Keduren, Kecamatan Purwodadi mengaku cukup sedih begitu anaknya masuk dalam daftar korban keracunan MBG. Dia berharap insiden ini menjadi kasus terakhir di Purworejo.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Biaya Pendidikan Buat Indeks Menabung Konsumen dan Indeks Kepercayaan Konsumen Turun

"Saya minta ada perbaikan. Sudah saya tegaskan ke anak, kalau makanan tidak enak langsung difoto, laporkan ke guru," ucap Gatot.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas MBG Purworejo Tolkha Amaruddin menjelaskan, seluruh korban keracunan MBG sampai saat ini telah tertangani dengan baik. Dia memastikan pemerintah daerah bersama lintas sektor akan memperketat pengawasan pada setiap dapur MBG. Hal ini menjadi komitmen serius pemerintah agar kejadian serupa tidak terjadi. "Pemantauan akan dilakukan secara berkala kepada seluruh dapur MBG yang beroperasi," jelasnya. (fid)

Editor : Heru Pratomo
#trauma #PELAJAR #keracunan mbg #Purworejo