BANTUL - Para abdi dalem Kasunanan Surakarta bersama warga sekitar Pajimatan Imogiri mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang prosesi pemakaman Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII. Prosesi yang rencananya digelar pada Rabu (5/11) itu akan berlangsung di kompleks makam raja-raja Mataram, Pajimatan Imogiri, Bantul, dengan mengikuti tata cara tradisi kerajaan sebagaimana dilakukan terhadap para raja sebelumnya.
Menurut Mohyandi, salah satu abdi dalem yang bertugas di Pajimatan, kegiatan saat ini berfokus pada penataan area sekitar Masjid Pajimatan dan jalur menuju Kedaton, yakni kawasan puncak makam tempat jenazah raja akan dimakamkan.
“Persiapan sudah dimulai. Semua dilakukan sesuai tata cara yang sudah ada sejak dulu,” ujar Mohyandi, Senin (3/11).
Ia menambahkan, seluruh abdi dalem telah diarahkan untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, terutama di area tangga utama yang akan dilalui prosesi tandu jenazah. Jalur ini, kata Mohyandi, menjadi bagian sakral dari upacara pemakaman dan harus dipastikan dalam kondisi bersih serta bebas dari aktivitas warga.
“Mulai dari bawah tangga sampai ke puncak kedaton tidak boleh ada barang atau jemuran. Semua harus bersih sebelum prosesi berlangsung,” jelasnya.
Selain pembersihan, perlengkapan upacara adat juga mulai disiapkan secara bertahap oleh para abdi dalem. Menurut Mohyandi, seluruh proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan, sebagaimana tradisi pemakaman raja-raja Mataram terdahulu.
Sementara itu, Windarno, abdi dalem lain yang turut terlibat dalam persiapan, menyampaikan bahwa proses penggalian liang lahat telah dimulai sejak pagi hari di kompleks Kedaton Kapeng Sepuluh, lokasi pemakaman para raja Surakarta.
“Sekarang penggalian liang lahat sudah dimulai. Pasir dan batu bata sudah disiapkan dari pagi,” ujar Windarno.
Ia menambahkan, beberapa perlengkapan upacara juga telah disiapkan di sekitar Masjid Pajimatan, termasuk perlengkapan tandu bambu yang akan digunakan untuk membawa jenazah menuju kedaton.
“Nanti jenazah akan ditandu naik melewati tangga menuju kedaton. Semua dilakukan sesuai adat yang sudah ada,” katanya.
Dengan selesainya penggalian liang lahat dan pembersihan area sekitar masjid, pihak Pajimatan memastikan seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan sesuai tata cara yang diwariskan sejak masa para raja terdahulu.
Bagi warga dan abdi dalem di Imogiri, persiapan ini bukan sekadar bagian teknis, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada pemimpin keraton. Dengan ketekunan dan kesungguhan, mereka menjaga kesakralan serta nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun di tanah peristirahatan raja-raja Mataram itu.
Lourenso Aditya
Editor : Heru Pratomo