RADAR PURWOREJO – Bencana hidrometeorologi basah akibat bibit siklon tropis 95B memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar), termasuk Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan bantuan darurat untuk mempercepat penanganan korban.
Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pemerintah daerah di lokasi terdampak pada Rabu (26/11). Bantuan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, sekaligus mendukung evakuasi dan penanganan darurat.
“Kami memberikan bantuan darurat berupa makanan siap saji, sembako, tenda pengungsi, selimut, kasur lipat, dan peralatan kebersihan untuk warga yang terdampak,” ujar Rustian saat meninjau lokasi bencana di Padang Pariaman. “Empat hari hujan berturut-turut, hampir seluruh kabupaten-kota di Sumbar terkena banjir dan longsor. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan banyak warga mengungsi dan rusaknya infrastruktur.”
Di Padang Pariaman, Rustian melihat langsung sejumlah ruas jalan yang terputus akibat tergerus air, termasuk ruas Jambak-Lubuk Simantung di Nagari Salibutan Korong Sakayan, sepanjang 200 meter. Infrastruktur lain seperti jembatan, sekolah, masjid, dan musala juga mengalami kerusakan di 13 kabupaten-kota.
“Selain bantuan darurat, kami meninjau kesiapan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, termasuk pengaktifan pos komando, evakuasi, dan pos pengungsian,” tambah Rustian.
Rustian juga menyinggung kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak hujan ekstrem di Sumbar. “Jika hujan sangat ekstrem, OMC dapat dilakukan untuk memindahkan turunnya hujan ke tempat lain. Namun, jika hujan tetap terjadi, kami mengimbau kepala daerah bersama BPBD, OPD terkait, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat melakukan penanggulangan bencana,” tegasnya.
Setelah meninjau Padang Pariaman, Rustian bersama Wakil Gubernur Sumbar menuju Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat kondisi pascabencana dan bertemu langsung dengan warga terdampak.
Menurut Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, langkah ini menunjukkan pentingnya koordinasi pusat-daerah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, agar bantuan cepat tersalurkan dan risiko bagi masyarakat dapat diminimalkan.
Editor : Heru Pratomo