JOGJA – Seiring Pemkot Jogja menggencarkan penataan wilayah bantaran sungai dengan konsep mundur munggah madhep kali (M3K), Kampung Sayidan, Gondomanan yang letaknya sekitar 300 meter timur Titik Nol Kilometer justru belum tersentuh program tersebut.
Padahal wilayah ini termasuk kawasan permukiman kumuh.
Lurah Prawirodirjan Purnomo mengatakan, Kampung Sayidan sampai saat ini belum tersentuh program M3K.
Alhasil, di bantaran Sungai Code yang masih wilayah tersebut masih banyak ditemukan permukiman kumuh.
Menurutnya, program M3K di Kelurahan Prawirodirjan baru menyasar wilayah Kampung Prawirodirjan.
Tepatnya yang saat ini menjadi Taman Perwira. Di lokasi tersebut mayoritas permukiman bantaran Sungai Code sudah tertata dan memiliki jalan inspeksi.
“Kampung Sayidan sampai saat ini belum tersentuh untuk program mundur munggah madhep kali, jadi belum semuanya tertata,” ujar Purnomo saat ditemui di Kantor Kelurahan Prawirodirjan, Jumat (30/1/2026).
Dia mengaku belum mengetahui secara rinci terkait jumlah permukiman kumuh di Kampung Sayidan.
Termasuk berapa panjang bantaran sungai yang belum tersasar program M3K. Sebab Kelurahan Prawirodirjan belum pernah melakukan pendataan.
Meski begitu, Purnomo memastikan akan segera melakukan pemetaan terkait masalah tersebut.
Ini agar Kampung Sayidan nantinya bisa diajukan mendapat sasaran penataan dari Pemkot Jogja.
Dia menilai, penataan permukiman di Kampung Sayidan memang sudah seharusnya dilakukan.
Sebab sebagian rumah-rumah warga bantaran sungai di Kampung Sayidan juga membuang limbah domestiknya langsung ke sungai. Sehingga menimbulkan masalah pencemaran.
“Kalau melihat rumah-rumahnya saya yakin satu dua ada yang limbah kamar mandi dibuang langsung ke sungai,” ungkapnya.
Sementara itu, Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUPKP Kota Jogja Sigit Setiawan menyatakan, pada tahun ini ada sekitar 40 rumah yang menjadi sasaran penataan melalui program M3K.
Namun Kampung Sayidan di Kelurahan Prawirodirjan tidak menjadi salah satu sasarannya.
Program M3K tahun ini tersebar di empat wilayah. Meliputi Kelurahan Notoprajan (Ngampilan), Kelurahan Pakuncen (Wirobrajan), Kelurahan Keparakan (Mergangsan), dan Kelurahan Cokrodiningratan (Jetis). Total anggarannya mencapai Rp 6,5 miliar.
“Target lokasi (program M3K), merupakan wilayah yang belum ada jalan inspeksinya, akses sanitasinya buruk, serta warganya sudah siap untuk ditata,” beber dia. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita