Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Fenomena Doomscrolling: Candu Berita Negatif yang Menggerogoti Ketenanganmu

Magang Radar Purworejo • Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi doomscrolling.
Ilustrasi doomscrolling.

 

RADRA PURWOREJO - Di era digital yang serba cepat, pernahkah kamu merasa terjebak menatap layar ponsel, terus-menerus melakukan scrolling berita buruk tanpa henti? Perilaku ini dikenal dengan istilah doomscrolling.

Secara sederhana, doomscrolling adalah tindakan aktif mencari konten-konten negatif yang meresahkan di internet.

Kebiasaan ini mencakup waktu yang dihabiskan tanpa tujuan yang jelas saat menggunakan smartphone, seperti merefresh atau memuat ulang laman website atau media sosial untuk mencari pembaruan berita.

Seringkali, perilaku ini didasari oleh niat awal seperti keinginan untuk mencari informasi agar merasa lebih siap menghadapi situasi.

Namun, tanpa disadari, aktivitas pengumpulan informasi ini berubah menjadi kebiasaan yang justru membuat seseorang merasa cepat cemas dan kewalahan.

Seseorang sering kali merasa terdorong untuk terus mencari informasi demi menghindari kekurangan informasi atau perasaan tidak tahu apa-apa, meskipun hal itu justru memicu kekhawatiran berlebih.

Mengapa Kita Terus Melakukan Doomscrolling


Alasan mendasar mengapa manusia terjebak dalam perilaku ini berkaitan dengan insting bertahan hidup.

Sebagai manusia, kita memiliki kewaspadaan alami terhadap segala bentuk potensi ancaman dan bahaya di sekitar kita.

Otak manusia dirancang untuk selalu siaga memindai ancaman, sebuah mekanisme agar kita bisa mempersiapkan diri menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Seiring berjalannya waktu, hal ini membentuk kecenderungan seperti rasa ingin tahu terhadap berita-berita yang menyebabkan perasaan sedih, cemas, atau takut.

Berita negatif dapat memicu rasa takut dan cemas yang justru membuat kita untuk terus kembali mencari informasi tersebut.

Selain itu, ada juga keinginan untuk memahami situasi atas peristiwa atau informasi yang sebenarnya sulit untuk dipahami, sehingga membuat kita terjebak dalam perilaku doomscrolling ini.


Dampak Nyata pada Kesehatan Fisik dan Mental


Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif dapat berdampak langsung pada kondisi psikologis kita.

Saat kita mencari informasi negatif di dunia maya, kita seolah melihat banyaknya masalah yang terjadi di sekitar kita.

Hal ini akan berujung pada perasaan stres, takut, putus asa, hingga terisolasi.

Dampak yang disebabkan oleh perilaku doomscrolling ini tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga berpengaruh pada fisik.

Kebiasaan ini dapat memicu respons meningkatkan tekanan darah dan hormon stres.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami masalah fisik seperti sakit kepala, mual, hingga ketegangan pada leher dan bahu yang juga bisa berujung pada kesulitan untuk tidur.

Mengancam Hubungan Sosial dan Keluarga


Dampak doomscrolling tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan mental saja, tetapi juga berpengaruh ke interaksi sosial kita bersama dengan orang-orang terdekat.

Terus-menerus terpaku pada ponsel dapat membuat keluarga, teman, dan orang terkasih merasa terabaikan dan tidak dihargai.

Perilaku ini menciptakan kesan bahwa kamu lebih memilih menghabiskan waktu di dunia maya dibandingkan berinteraksi secara nyata dengan orang-orang terdekatmu.

Berdasarkan laporan Healthier Nation Index yang dilansir dari Nuffield Health, statistik menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan.

Sebanyak 50 persen orang menghabiskan waktu lebih dari satu jam per minggu untuk media sosial.

Langkah Praktis Menghentikan Perilaku Doomscrolling


Kabar baiknya, ada cara praktis agar kamu bisa mengurangi kebiasaan merusak ini, sehingga pikiranmu bisa menjadi lebih tenang.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menetapkan batasan yang jelas, seperti menentukan waktu khusus yang singkat untuk mengecek berita atau media sosial.

Kamu juga bisa mematikan notifikasi pada aplikasi berita atau media sosial untuk memberikan jeda bagi pikiranmu untuk memproses suatu informasi.

Cobalah menyeimbangkan konsumsi informasi dengan konten positif yang menginspirasi atau menghibur dan kurangi konten-konten yang dapat memicu kemarahan.

Untuk menjaga kualitas istirahat, disarankan berhenti menggunakan ponsel setidaknya setengah jam sebelum tidur.

Sebagai alternatif, gunakan jam weker asli agar kamy bisa meninggalkan ponsel di ruangan lain saat tidur malam.

Memantau perilaku sendiri juga sangat penting, seperti halnya mencatat berapa banyak waktu yang untuk habiskan untuk scrolling berita negatif.

Catatan tersebut akan membantumu mengenali pola dan pemicu yang menyebabkan kebiasaan perilaku doomscrolling ini terus berulang. (Aqbil Faza Maulana)



Sumber:
Nuffieldhealth.com - https://www.nuffieldhealth.com/article/what-is-doomscrolling-and-how-can-i-stop

mentalhealth.org.uk - https://www.mentalhealth.org.uk/explore-mental-health/articles/doomscrolling-tips-healthier-news-consumption

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Doomscrolling #media sosial #fenomena #smartphone #meresahkan #berita negatif