PURWOREJO – Bergulirnya kompetisi Liga 4 Jawa Tengah (Jateng) memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Purworejo. Dampak nyata tersebut berasal dari retribusi sewa Stadion Sarwo Edhie Wibowo yang menjadi venue utama pertandingan musim ini.
Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Purworejo, Widodo, menyatakan bahwa stadion milik Pemkab tersebut telah disewa secara rutin sejak liga dimulai.
Kehadiran kompetisi kasta keempat ini terbukti mampu mendongkrak pendapatan daerah. "Ada liga, tentu ada dampak langsung ke PAD," ungkap Widodo kepada Radar Jogja, Kamis (5/2).
Baca Juga: Cetak Laba Rp56,3 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Fundamental Keuangan Sepanjang 2025
Widodo merinci, khusus pada Januari 2026, Pemkab Purworejo telah mengantongi PAD lebih dari Rp 10 juta dari sektor ini. Pemasukan tersebut berasal dari dua tim yang bermarkas di sana, yakni ISP Purworejo dan Persak Kebumen. Selain laga resmi, pendapatan tambahan juga didapat dari rangkaian laga persahabatan antar-tim sebelum musim dimulai.
Terkait tarif, Widodo menjelaskan bahwa sistem sewa Stadion Sarwo Edhie Wibowo telah diatur secara ketat melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Purworejo Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). "Semua ada hitungannya dan rinciannya sudah diatur dalam Perda," tegasnya.
Lebih dari sekadar angka, ajang regional ini juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi kerakyatan. Kehadiran pemain, ofisial, hingga suporter dari luar daerah terbukti meningkatkan perputaran uang di Purworejo. "Efeknya luas; hotel dan penginapan penuh, dagangan UMKM di sekitar stadion pun laris manis," imbuhnya.
Ke depan, Pemkab Purworejo berkomitmen untuk terus mengoptimalkan aset daerah dengan mendukung berbagai event olahraga besar. "Kami juga akan terus mengupayakan perbaikan sarana dan prasarana agar semua pihak merasa aman dan nyaman," jelas Widodo.
Sebagai informasi, Stadion Sarwo Edhie Wibowo musim ini menjadi tumpuan bagi dua tim. Persak Kebumen terpaksa "mengungsi" ke Purworejo karena markas mereka, Stadion Candradimuka, tengah dalam proses revitalisasi.
Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman, mengungkapkan pemilihan Purworejo didasarkan pada jarak dan hasil asesmen stadion yang dinyatakan layak untuk level Liga 4. Ia mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah setempat. "Sejak awal perizinan, Pemkab Purworejo sangat welcome. Kami sangat menghargai dukungan fasilitas yang diberikan," pungkasnya.
Editor : Heru Pratomo