RADAR PURWOREJO - Pernahkah kamu menemui seseorang, walaupun hanya bertemu dalam waktu yang singkat tetapi pertemuan itu sangat berkesan?
Kemudian juga ada, ketika menemui seseorang energi langsung terkuras habis.
Di dalam ranah psikologi, perasaan ini bukan terjadi secara kebetulan.
Fenomena perasaan ini oleh para ahli psikologi sering disebut sebagai Positive Relational Energy.
Salah seorang dari University of Michigan, Kim Cameron dalam penelitiannya memaparkan bahwa energi yang positif adalah energi yang bersifat “menghidupkan”.
Berikut tanda-tanda seseorang yang memiliki energi positif, apakah kamu termasuk?
Menjadi pembangkit bagi orang lain
Berdasarkan riset dari Yale Insights bahwa terdapat seseorang yang berfungsi sebagai pengisi energi positif.
Akibatnya, seseorang yang berinteraksi dengan mereka cenderung akan bersemangat, termotivasi, serta ceria.
Maka, apabila ada seseorang yang pernah berkata “setelah mengobrol dan bertemu kamu aku jadi semangat” itu menandakan bahwa kamu memiliki energi yang positif.
Menjadi pendengar aktif
Memiliki energi positif tidak selalu dengan sering berbicara.
Justru, orang yang memiliki energi positif adalah seorang pendengar yang luar biasa.
Berdasarkan beberapa jurnal psikologi, memberikan perhatian tanpa menghakimi merupakan cara untuk menciptakan rasa aman bagi lawan bicara.
Sehingga, dari cara ini, energi positif dari dalam dirimu akan keluar.
Menularkan emosi
Pernahkan Anda tersenyum tulus kemudian lawan bicara juga ikut tersenyum? Dalam kaca mata sains, ini sering disebut sebagai Emotional Contagion.
Otak manusia memiliki sel saraf cermin.
Orang yang memiliki energi positif cenderung bisa memancarkan energi kegembiraan, kemudian secara otomatis ditangkap dan ditiru oleh orang yang berada di sekitarnya.
Fokus pada kelebihan dan bukan pada kekurangan
Kim Cameron, dalam bukunya yang bertajuk Positively Energizing Leadership, mencatat bahwa seseorang dengan energi positif cenderung mencari kelebihan orang lain daripada sibuk untuk mencari kesalahan.
Mereka sering memberikan apresiasi secara tulus, di mana menurut riset hal ini mampu meningkatkan hormon dopamin bagi penerimanya.
Memancarkan senyum tulus
Senyum bukan hanya sebagai formalitas.
Orang yang memiliki energi positif sering menunjukkan Duchenne Smile, senyum tulus yang melibatkan otot di sekitar mata.
Bahkan, beberapa studi menyebutkan, senyum tulus mampu menurunkan hormon kortisol atau hormon stres bagi orang yang melihatnya.
Namun perlu digarisbawahi, menjadi orang yang berenergi positif tidak harus selalu tersenyum dan menjadi orang yang selalu ceria.
Tetapi ini tentang bagaimana kehadiranmu bisa memberikan ruang nyaman bagi orang lain supaya Ia merasa dihargai dan diperhatikan. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva