RADAR PURWOREJO - Berawal dari ketertarikan, lalu menjadi hobi itu merupakan hal yang lumrah. Seperti halnya dengan pria dengan nama lengkap Diki Riyan Arnanda. Semula, dia memang tertarik dalam dunia olahraga. Bahkan, dia pernah meraih sejumlah penghargaan hingga tingkat provinsi.
Diki pun tidak mengira bakal berada di posisi sekarang. Yakni menjadi Manager Operasional Maple Gym Artos Hotel & Convention Magelang. Kariernya tersebut tentu tidak didapat secara instan. Dia harus tertatih-tatih dan memulai kariernya dari nol.
Memang, saat duduk di bangku SMP, Diki sudah tertarik dengan bidang olahraga. Dia pun sempat mengikuti pertandingan basket, voli, muaythai, silat, atletik, lempar cakram, tolak peluru, dan lainnya.
Dari olahraga, dia kerap menjuarai ajang perlombaan dan berhasil membawa pulang piala. Dengan capaian tersebut, Diki bisa mengenyam pendidikan lewat jalur prestasi olahraga.
Kemampuannya terus diasah hingga duduk di bangku SMA. Bahkan, dia pernah menjadi juara pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat provinsi. "Dulu waktu sekolah kalau mau mendapat beasiswa, harus punya prestasi. Nah, saya berusaha agar menorehkan prestasi di bidang olahraga," ujarnya Jumat (26/4).
Begitu lulus SMA, Diki diajak oleh temannya untuk berolahraga di pusat kebugaran atau gym. Awalnya hanya mencoba. Lama-kelamaan dia mulai nyaman dan menekuninya. Meski begitu, fokusnya tidak untuk menjadi seorang atlet.
Hanya sekadar ingin sehat dan memperhatikan tubuh. Apalagi saat itu, dia bekerja di pusat perbelanjaan selama Ramadan. Selepas itud, ia menjajal peruntungan untuk bekerja di sebuah minimarket. Lalu, dia berpikir untuk kuliah.
Namun, dia justru lebih tertarik menjadi model fesyen dari brand pakaian ternama. Seperti L-men hingga Cardinal. Tapi, hanya bertahan sekitar dua tahun. Hingga akhirnya pria 33 tahun itu memutuskan untuk mendaftar sebagai duta wisata agar Kota Magelang semakin dikenal. "2011 ikut (duta wisata), kebetulan pernah juara kepribadian," sebutnya.
Lalu, pada 2012, dia bergabung di Artos Hotel & Convention Magelang. Saat itu, dia masih menjadi bellboy. Namun, Diki ingin lebih mengembangkan relasi dan mengenalkan kotanya. Sehingga pada 2013, dia menjajal kembali peruntungannya pada ajang duta wisata, baik tingkat kota maupun provinsi.
Hanya saja, karena sudah bekerja, dia tidak bisa memenuhi penugasan di luar kota atau provinsi sebagai duta wisata. Dia lebih memilih untuk fokus bekerja. Berkat ketekunannya, dia lantas menjadi resepsionis. Lalu, mendapat promosi sebagai supervisor hingga manager.
Kemudian, sekitar 2018 akhir, Diki diminta untuk bergabung di Maple Gym hingga sekarang. Posisi itu dirasa cocok karena melihat dari latar belakangnya dari seorang atlet. Sewaktu bekerja pun, dia terkadang menyempatkan waktunya untuk nge-gym.
Dia melihat, gym saat ini berbeda. Orang-orang dulunya masih merasa malu untuk berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sekarang sudah banyak influencer maupun tenaga kesehatan yang mempromosikan pentingnya menjaga tubuh agar tetap sehat melalui olahraga gym.
Sejak saat itu, gym mulai diminati semua kalangan. Tidak hanya kawula muda, tapi juga anak-anak hingga lansia. "Untuk saya pribadi, gym itu tidak hanya membentuk tubuh, tapi juga soal kesehatan dan meningkatkan kepercayaan diri," tambahnya.
Di gym, Diki bisa memberikan ilmu yang didapat kepada orang lain. Pun bisa menjalin relasi. Selama di Maple Gym, Diki memang kerap bertemu dengan banyak orang, artis, hingga tokoh-tokoh penting yang memang menginap di Artos Hotel & Convention. (aya/eno) Editor : Sevtia Eka Nova