PURWOREJO - Nurjannah, 42, seorang single parent asal Desa Sokowaten, Banyuurip Purworejo yang juga rawat ibunya pengidap dimensia. Kisahnya itu dia angkat di sebuah akun TikTok miliknya bernama @nurjannahchannel4 yang kini sudah 728,9 ribu pengikut dengan 16.8 juta penonton.
Di tengah perjuangannya melawan penyakit ganas, kanker payudara stadium 3 sejak 2020, Nurjannah rajin membuat konten untuk diunggah di media sosialnya itu. Selain mengunggah video, dia juga melakukan live TikTok setiap hari. "Sehari bisa tiga sampai empat kali live," katanya saat ditemui Radar Jogja, Selasa (3/12).
Rupanya, jalannya tak selalu mulus. Banyak cacian dan hujatan dari orang sekitarnya karena membuat konten tentang ibunya. Dia membuat akun TikTok sejak 2020 lalu, tetapi mulai aktif dan fokus sejak Agustus 2024. Dari keuletan dan ketelatenannya membuat konten, akhirnya membuahkan hasil.
Baca Juga: Cerita Pewayangan: Pandawa Selamat dari Jebakan, Lakon Bale Sigala-Gala
"Banyak yang nyawer. Selain live, saya juga jualan produk herbal di TikTok. Produk itu yang saya konsumsi selama sakit," sebutnya. Dari saweran live dan jualan itu, per hari dia bisa mendapatkan Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.
Uang tersebut, kata Nur, dia gunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. Bahkan, dia juga menyisihkan uang-uangnya itu untuk membuat jalan masuk ke rumahnya berupa cor blok. "Saya buat dengan uang pribadi, karena saya sering jatuh. Jalannya becek, kalau ngater anak sekolah kadang bajunya kotor, kasian," ucapnya.
Akhirnya, dia memutuskan untuk membuat jalan tersebut. Proses pembuatan jalan, selama satu bulan terakhir. Panjangnya sekitar 550 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Sebelum membuat jalan itu, dia terlebih dulu izin kepada yang punya tanah. "Saya material nyicil. Awalnya tidak ada kepikiran, bukan untuk pamer tapi demi kepentingan orang banyak supaya enak kalau lewat jalannya," sambung dia.
"Padahal, saya niatnya untuk buat kenang-kenangan juga (dengan ibu). Syukur-syukur ada juga yang termotivasi untuk merawat ibunya sendiri. Tidak untuk hal buruk," tegas ibu dua orang anak itu.
Nurjannah mengungkapkan, banyak juga yang menyebut bahwa dia menjual kesedihan atau air mata untuk mencari uang. Padahal, dia setiap hari selalu mengutamakan ibu dan anaknya terlebih dahulu. "Di pandang sebelah mata. Tapi saya ingin menunjukkan bahwa kegagalan justru membuat saya lebih semangat," tandas dia.
Editor : Heru Pratomo