Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hari Ini Datang Juga Mbah, PSIM Jogja Kembali Tampil di Kasta Teratas Liga Indonesia

Fahmi Fahriza • Jumat, 8 Agustus 2025 | 15:25 WIB
PSIM JOGJA
PSIM JOGJA

 

JOGJA – Penantian PSIM Jogja kembali berlaga di kasta teratas Liga Indonesia berakhir nanti malam (8/8). Bertempat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, saat PSIM Jogja dijamu tuan rumah dalam laga pembuka BRI Super League 2025/2026.

Mengakhiri penantian selama 18 tahun. Saat kali terakhir Laskar Mataram tampil di kasta teratas Liga Indonesia, saat itu kompetisi Divisi Utama musim 2007/2008. Saat itu, di akhir musim PSIM terlempar ke Divisi 1 karena finish di peringkat 15 dari 18 tim di Wilayah Timur. Saat itu hanya tim yang duduk di sembilan besar dari Wilayah Barat dan Timur yang masuk ke Liga Super musim 2008/2009.

Muhammad Irfan jadi salah satu punggawa PSIM yang bermain saat itu.  Pria asal Tegal yang lekat dengan nomor punggung 17, dan permainan khasnya dari sisi kiri lapangan. Meski awalnya hanya pemain cadangan, kesempatan untuk membuktikan diri akhirnya datang saat pelatih Sofyan Hadi memintanya bermain di posisi berbeda, dari wing kanan ke wing kiri, melawan Persija dan menghadapi langsung Ismed Sofyan.

"Itu titik balik saya. Dari situ, saya dapat kepercayaan penuh, dan sampai 2008, saya tidak pernah lagi duduk di bangku cadangan," kenangnya kepada Radar Jogja, Kamis (7/8).

Meski sempat hengkang karena krisis keuangan klub pasca gempa Jogja 2006 dan penghentian APBD, Irfan tetap memegang teguh loyalitasnya. Irfan sempat bermain di beberapa klub lain rentang 2008 hingga 2011.

Akhirnya ia kembali ke PSIM pada musim 2012-2013, walaupun harus kembali hengkang setelahnya. "PSIM punya tempat spesial di hati saya. Saya menangis saat pamit. Saya tidak pamit dengan jelek atau meninggalkan kesan buruk," ujar pria yang musim lalu melatih Persak Kebumen.

Sebagai sosok yang pernah menjalani 15 tahun karier profesional, M Irfan punya pesan penting bagi para pemain muda PSIM hari ini. Menurutnya, ada tiga hal krusial yang bisa memutus karier jika tidak disikapi dan dikelola dengan baik, yakni ketenaran, kejenuhan, dan cedera.  "Itu harus dikelola baik, supaya karier panjang. Apalagi sekarang era industri dan komersialisasi, semuanya harus dipikirkan dengan bijak," ungkapnya.

 Baca Juga: Gowes dan Senam Bareng Berhadiah Motor hingga Kambing, Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-80 RI di Magelang

Malam ini, tim yang identik dengan jargon ‘Warisane Simbah’, yang mulai dipopulerkan Ketua Pembina PSIM Jogja Herry Zudianto saat itu kembali bersaing dengan tim papan atas Indonesia. Dimulai dengan menantang tim Bajul Ijo Persebaya Surabaya, Jumat (8/8) malam pukul 19.00, di Stadion GBT.

PSIM Stats, komunitas suporter Laskar Mataram yang bergerak di bidang statistic, mengingatkan musim perdana di Super League akan berat.  Personel PSIM Stats Dhimas Deworo menjelaskan berdasar perhitungannya, target realistis bagi Laskar Mataram di musim 2025/2026 ini adalah selamat dari degradasi. Dibutuhkan setidaknya 40 poin dari 34 pertandingan untuk memastikan tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu agar tetap bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

 Baca Juga: PCX160 Roadsync Jadi Primadona di GIIAS 2025, Disusul Honda Stylo 160 dan Vario Series

Dari hitung-hitungan lawan yang dihadapi, baik di laga kandang, maupun tandang. Klub yang berdiri sejak 1929 silam itu setidaknya berpeluang untuk mengamankan 42 poin. Raihan tersebut diperoleh dari hasil 12 kali menang, enam kali seri dan 16 kekalahan dari seluruh pertandingan yang dilakoni di Super League musim 2025/2026. "Merujuk klasmen Liga 1 musim lalu. Kalau target 42 poin itu terealisasi, PSIM aman dari degradasi. Apakah target 42 poin itu realistis? Tentunya masih perlu di-challenge lagi," katanya.

 

Sesuai dengan lagu karya Andry Priyanta yang dirilis di akhir musim lalu, Hari Ini Datang Juga.

Mendung gelap akan usai

Matahari kan bersinar mengiringi kau kembali

Mewujudkan semua mimpi

Hari ini datang juga

Kita rayakan bersama. (ayu/iza/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Persebaya #liga indonesia #PSIM Jogja #kasta