Tahun 2025 menjadi momentum kembalinya Jogjavaganza, ajang promosi pariwisata yang telah digelar untuk kesembilan kalinya. Kegiatan tahunan hasil kolaborasi Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta ini berlangsung selama enam hari, 11–16 November 2025, dan menghadirkan para buyer dari berbagai daerah di Indonesia serta pelaku usaha pariwisata Yogyakarta.
Tujuan utama penyelenggaraan Jogjavaganza adalah memperluas jejaring bisnis pariwisata dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk dan jasanya, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata unggulan.
“Mesin utama Kota Jogja adalah pariwisata. Karena itu, kita harus terus memperkenalkan destinasi dan daya tarik wisata di Kota Yogyakarta,” ujar Aldi Fadhil Diyanto, Ketua BP2KY.
Baca Juga: Ngayogjazz 2025 di Imogiri: “Jazz Diundang Mbokmu”, Meriah, Guyub, dan Gratis!
Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Asosiasi Pariwisata DIY, serta para pemangku kepentingan daerah. Sebanyak 30 buyer dan 50 seller turut hadir dalam Welcome Dinner yang digelar di Hotel FortunaSuites Malioboro, Yogyakarta.
Selama enam hari pelaksanaan, Jogjavaganza menyuguhkan rangkaian kegiatan menarik. Dimulai dengan Welcome Dinner (11/11), para pejabat dan pelaku usaha pariwisata duduk bersama dalam suasana santai untuk mempererat hubungan kerja sama.
Keesokan harinya (12/11), digelar sesi Business-to-Business (B2B) dalam bentuk table top. Kegiatan ini mempertemukan para buyer dan seller secara langsung di satu ruangan.
“Dalam table top, para buyer akan bergantian mendatangi meja para seller untuk melakukan pertemuan dan transaksi. Diharapkan agen-agen travel dapat memperoleh kerja sama baru dan tambahan penghasilan,” jelas Aldi.
Selanjutnya, mulai 13–16 November 2025, para buyer mengikuti Fam Trip untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan agar peserta mengenal lebih dekat potensi wisata daerah dan dapat memasukkannya ke dalam paket wisata masing-masing.
“Kebudayaan dan wisata memang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menguatkan,” tambah Aldi.
Baca Juga: Kantor Wali Kota Batal Pindah, Pemkot Magelang Bakal Siapkan Lahan 8,5 Hektare untuk Akademi TNI
Sebelum malam penutupan, akan digelar regular show di Taman Budaya Embung Giwangan. Pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penyusunan paket wisata budaya baru di Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, S.E., M.M., menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana untuk memperbarui informasi pariwisata daerah.
“Jogjavaganza menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh dan mengetahui perkembangan terkini dari berbagai objek wisata di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Bawa Clurit untuk Balas Dendam, Pria asal Sleman Diancam Penjara Sepuluh Tahun
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., menekankan pentingnya keberlanjutan acara ini agar manfaat ekonomi dan promosi terus dirasakan masyarakat.
“Ada 30 buyer dan 50 seller yang hadir untuk bertransaksi. Harapan kami, kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan dan semakin memperkuat promosi Kota Yogyakarta,” katanya.
Menurut Wawan, Jogjavaganza menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini dinilai mampu memperluas jaringan usaha dan memperkuat branding Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata utama.
Salah satu buyer dari Jakarta, Nur Rusmiati dari PT Haymal Wonderful Indonesia, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Jogjavaganza. “Acara ini sangat menarik. Ada dinner, lalu table top yang mempertemukan kami dengan berbagai seller dari hotel, destinasi wisata, oleh-oleh, hingga agen lokal. Dan puncaknya, Fam Trip yang memperlihatkan potensi wisata Jogja secara langsung,” ujarnya.
Nur menilai Yogyakarta memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan luar kota. “Orang Jakarta butuh tempat berlibur di luar kota, dan Jogja selalu jadi pilihan selain Bali. Destinasi di sini menarik, biaya terjangkau, dan brand Jogja itu kuat,” tambahnya.
Ia pun menitipkan pesan bagi masyarakat Yogyakarta, “Be a Jogja — dengan kerendahhatiannya, dengan budayanya. Tetap dijaga, tetap jadilah Jogja, termasuk dalam hal transportasi umumnya.”
Melalui Jogjavaganza, Yogyakarta diharapkan semakin dikenal bukan hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi dan inovasi pariwisata. Ajang ini menjadi simbol semangat kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata serta memperkuat identitas Jogja di tingkat nasional maupun internasional.
(MG7: Bernadetta Ivana / MG8: Clara Christa)
Editor : Heru Pratomo