RADAR PURWOREJO - Menjadi manusia yang beruntung pastinya merupakan dambaan bagi setiap insan.
Seseorang terkadang masih salah kaprah mengartikan makna keberuntungan.
Keberuntungan sering kali dikaitkan dengan kekayaan, jabatan tinggi, dan kenikmatan duniawi.
Padahal, dalam Islam, beruntung memiliki banyak sekali artian.
Keberuntungan yang berarti diperoleh apabila umat manusia beruntung duniawi dan beruntung akhirat.
Beruntung duniawi diperoleh apabila seseorang berhasil menjalankan dengan baik kehidupan duniawinya.
Sementara, keberuntungan akhirat merupakan imbalan dari amalan dan keberuntungan duniawi tersebut.
Keberuntungan tidak datang begitu saja, melainkan harus diusahakan.
Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia telah menunjukkan cara-cara menjadi seseorang yang beruntung.
Hal ini dapat dikenali dari ciri-ciri orang yang beruntung berdasarkan ayat-ayat Al-Quran.
Konsep Beruntung dalam Islam
Secara bahasa beruntung bermakna bernasib baik, mendapatkan keuntungan, atau berhasil dalam mencapai keinginannya.
Beruntung kadang kali dianggap sebagai sesuatu yang datang sendiri.
Namun, dalam Islam keberuntungan bukan datang dengan sendirinya, melainkan ia datang karena ikhtiar.
Ikhtiar yang dilakukan oleh manusia tersebut akan mendapatkan ridha dari Allah SWT, sehingga datanglah keberkahan dan kebaikan dalam hidupnya.
Berdasarkan tafsiran Quraish Shihab, beruntung adalah memperoleh apa yang diharapkan, selamat dari siksaan, baik di dunia maupu di akhirat, dan beruntung dalam arti kekal di surga.
Orang yang mendapat keberuntungan akan mengalami kejayaan di dunia dan di akhirat.
Rahasia Menjadi Orang yang Beruntung Menurut Islam
Al-Quran telah memberikan petunjuk untuk menjadi orang yang beruntung.
Berdasarkan dalil yang tertera dalam Al-Quran, keberuntungan dapat diperoleh apabila seseorang dapat menginternalisasikan ciri-ciri orang yang beruntung.
Oleh karena itu, cara meraih keberuntungan adalah dengan menjadi manusia yang seperti berikut:
1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
2. Mendirikan dan menjaga sholat.
3. Menunaikan zakat dan berinfak.
4. Menjaga kemaluan.
5. Menyeru kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan.
6. Menunaikan ibadah haji jika mampu.
7. Menjaga amanah dan menepati janji.
8. Berjihad.
9. Berat timbangan kebaikannya.
Perlu ditegaskan, keberuntungan bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba.
Keberuntungan adalah hasil dari ketakwaan kepada Allah SWT bersamaan dengan ikhtiar.
Sehingga Allah SWT memberikan kemudahan dan kebaikan dalam kehidupan seseorang. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva