Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

102 Warga Pindah ke Bengkulu, HB X Tetap Anggap Warga Jogja

Anom Bagaskoro • Selasa, 16 Januari 2024 | 14:10 WIB
MEMORI 34 TAHUN LALU: Gubernur DIJ HB X saat meresmikan prasasti Bedhol Desa Sermo di lahan parkir Waduk Sermo, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, kemarin (15/1).
MEMORI 34 TAHUN LALU: Gubernur DIJ HB X saat meresmikan prasasti Bedhol Desa Sermo di lahan parkir Waduk Sermo, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, kemarin (15/1).

RADAR PURWOREJO - Area prasasti seputaran lahan parkir Waduk Sermo di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, kemarin (15/1) tampak ramai. Gubernur DIJ Hamengku Buwono X ada di antara para pejabat yang hadir siang itu. Ada apa?

Ya, orang nomor satu di DIJ yang juga raja Keraton Jogja itu hadir untuk meresmikan Monumen Bedhol Desa Sermo di lokasi itu. "Sudah terlalu lama sebenarnya. Namun tidak ada salahnya mengenang pengorbanan mereka," ucap HB X.

Prasasti Bedhol Desa Sermo merupakan pengingat bagi masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya tentang pengorbanan warga Sermo. Sebelum adanya waduk, warga asli Sermo tinggal dan beraktivitas di seputaran wilayah yang saat ini sudah tergenang air waduk.

Waduk yang dibangun tahun 1994 hingga 1996 itu membuat 102 warga asli Sermo berpindah tempat tinggal. Warga yang pindah itu kemudian diakomodasi dengan program bedhol desa pada tahun 1990.

Pengorbanan warga Sermo kala itu, sangat membantu bagi seluruh masyarakat Kulon Progo, bahkan DIJ. Waduk Sermo menyuplai air bersih dan menjamin pasokan air untuk irigasi pertanian. Terlebih fungsi bendungan sendiri untuk mengurangi dampak banjir.

Usai peresmian Momuman Bedhol Desa, Gubernur HB X mengungkapkan bahwa prasasti sebagai wujud memenuhi aspirasi warga yang dulu pernah tinggal di situ. Ia juga mengatakan, walaupun sudah transmigrasi warga Sermo tetaplah warga Jogjakarta.

"Memenuhi aspirasi mereka yang sudah berada di Bengkulu, sebagai kenangan bahwa mereka adalah warga dari Jogja," ungkap bapak lima puteri ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito memastikan, adanya prasasti untuk mengenang pengorbanan warga Sermo. Ia juga menambahkan kegunaan prasasti berfungsi untuk mewarnai dan menambah indah objek pariwisata.

"Prasasti menambah warna dan aksen. Masyarakat bisa berswafoto sekaligus mengenang pengorbanan warga asli Sermo,"  tandas Joko. (laz/cr7)

Editor : Satria Pradika
#Hamengku Buwono X #waduk sermo